Anak haram
Tangan ini menengadah sekedar memintaNamun balasannya tamparan dimuka"Anak haram! Cari makan sendiri sana!"Apa salahku?Bukankah aku tak pernah meminta keadaan ini?Terseok langkah kaki tanpa alas bukan mencari belasBocah sebaya yang mencibirku karena pakaianku bau sudah lebih menunjukkan bagaimana aku mereka pandangCukup sejauh balik pagar aku saksikan keceriaan merekaMeminjam lewat pandangan, tanpa akan pernah bisa memilikinyaDamai jiwa yang lapangDimanakah nurani? Adakah walau sempit tersisaWaktu bersama untuk menjahit luka cacianMenyulam kehangatan berteman dengan seongok kesialan seperti mereka cibirkan"Sini Nak. Anak pelacur jangan didekati, jijik!"Baiklah. Sempurna sudah perih ini...




